Sambiloto

Sebagai obat, khasiat sambiloto sudah dikenal sejak dahulu. Awalnya cerita khasiat sambiloto hanya beredar terbatas dikalangan tertentu saja, seperti bangsawan atau kerabat keratin. Salah satu bukti keampuhan khasiat sambiloto terdapat dalam kitab Jawa Kuno Niticastra yang ditulis pada abada ke-13. Berbarengan dengan perkembangan zaman khasiat sambiloto sebagia salah satu obat alternative semakin diakui. Jika dahulu khasiat sambiloto digambatkan dalam berbagai kisah dan symbol, saat ini sudah dibuktikan secara ilmiuiah lewat berbagai kajian dan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman sambiloto mengandung berbaga zat aktif yang sangat berguna bagi tubuh.

Berikut ini djelaskan beragam kandungan bahan aktif dalam daun, batang bunga, dan akar tanaman sambiloto.

  1. Zat andrographolid. Zat ini menghasilkan rasa pahit yang luar biasa pada sambiloto.  Umumnya zat ini mengandung racun.
  2. Alkane, keton, aldehid, asam kersik, dan dammar.
  3. Kalium yang befungsi meningkatkan jumlah urine sekaligus membantu mengeluarkannya.
  4. Kalsium dan natrium
  5. Minyak asiri (essential oil) yang bermanfaat sebagai antiradang/
  6. Laktone yang berfungsi sebagai antiradang dan antipiretik karena mengandung neoandrographolid, anrographolid, deoksiandrographolid, 14-deoksi-11, dan 12-didehidroandrographolid.
  7. Flavonoid yang antara lain berfungsi untuk mencegah dan menghancurkan penggumpalan darah.

Androrapholid adalah komponen itama dalam sambiloto yang memmiliki multiefek farmakologis. Zat aktif ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hati, payudara, dan prostat. Sebagai koleritik, andrographolid, dapat meningkatkan aliran empedu, garam empedu, dan asam empedu. Selain itu, zat yang terasa pahit ini juga bisa meningkatkan produksi antibody (immunostimulant). Berkat efek  faramakologisnya yang memapu merangsang daya tahan selular (fagositosis) dan memproduksi antibody (immunostimulant), dalam dunia pengobatan modern, ekstrak sambiloto sudah digunakan sebagai salah satu zat penghambat HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Berdasarkan berbagaikandungan zat aktif tersebut dapat diketahui sevaa pasti efek farmakologis dari sambiloto. Berikut ini dipaparkan beberapa efek faramkologisnya atauu efek pengobatan sambiloto yang sudah diketahui :

  1. Antiradang (antiinflamasi)
  2. Antiinfeksi sehingga bisa digunakan sebagai antibiotic untik melawan virus.
  3. Merangsang daya tahan sel (fagositosis) darah putih sehingga efektif untuk mengobati infeksi
  4. Antibakteri bakteriotatis pada  Staphylococcus aureus Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgans, dan Shigela dysenteriae.
  5. Mampu melawan bakteri Salmonella dan Escherichia coli pada penderita tifoid dan disentri.
  6. Penghambat reaksi imunitas (imunosupresi) dan penghilang rasa nyeri (analgesic), pereda demam (antpiretik), penghilang panas dalam, dan penghilang bengkak.
  7. Antiracun (detoksikasi)
  8. Menghambat pertumbuhan trofosit placenta

 


=====================================

>>> Kapsul Sambiloto Mengobati Kencing Manis / Diabetes, Menormalkan Kadar Gula Darah, Meningktakan Kekebalan Tubuh, Mengatasi Bronchitis & Radang Amandel, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Sambiloto Mengobati Ragam Penyakit and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>